KompasTalk.com-Empat orang tersangka dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) diduga sebagai dalang kerusuhan unjuk rasa tolak Omnibus Law di Kota Medan, telah diterbangkan ke Mabes Polri Jakarta.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko menjelakan bahwa kasus kerusuhan yang terjadi sudah ditangani Mabes Polri.

“Penanganan kasus sekarang sudah diambil alih sama Mabes Polri, gabungan dengan Polda Sumut dan tentunya dengan Polrestabes Medan,” katanya, Rabu (14/10/2020) di Mapolrestabes Medan.

Ia menyebutkan, semua yang terlibat dalam kerusuhan unjuk rasa telah dibawa ke Jakarta.

“Semuanya sudah dibawa ke Jakarta,” tuturnya.

Saat ditanyai berapa jumlah tersangka yang diamankan, ia tidak menjawab.

“Kan kemarin sudah disampaikan oleh Bapak Kapolda,” jawabnya.

Namun, ia membeberkan tersangka yang diberangkatkan ke Jakarta adalah dalang dari kerusuhan yang terjadi.

“Terkait rencana-rencana mereka di WhatsApp Group yang akan membuat rusuh di Kota Medan,” pungkas Riko.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyebutkan bahwa total ada 39 tersangka yang diamankan terkait aksi tolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh.

Puluhan orang tersebut berasal dari beberapa daerah seperti di Medan, Labuhanbatu, hingga Batubara.

“Seluruhnya tersangka sudah 39 orang, Polrestabes nangani 10 orang, lalu 20 orang di Polda, 2 Labuhanbatu, 7 di Batubara,” jelasnya.

Ia merincikan bahwa 39 tersangka tersebut dijerat dengan berbagai pasal mulai Undang-undang pengerusakan gedung, penyerangan terhadap personil hingga Undang-Undang ITE.

“Di Polrestabes 4 kasus KAMI Undang-undang ITE, 4 senjata tajam, 2 orang pelemparan,” jelasnya.

Tatan menyebutkan bahwa total massa yang diamankan saat aksi unjuk rasa ricuh tolak Omnibus Law di Sumut mencapai 600 orang.

Sementara, 7 pengunjuk rasa saat aksi ricuh tolak Omnibus Law di DPRD Kabupaten Batubara Senin (12/10/2020) kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dijerat dengan Pasal 212, 214, 216 KUHPidana tentang penyerangan terhadap petugas,” jelas Tatan.