KompasTalk.com-Seorang warga menutup mobil yang tertimpa longsor di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di kawasan Penatapan, Berastagi, Minggu (18/10/2020).

Diketahui, longsor yang terjadi malam tadi disebabkan angin kencang yang menghantam pepohonan yang ada di tebing tersebut.

Beberapa waktu terakhir, cuaca di kawasan Kabupaten Karo mulai meningkat. Selain seringnya hujan mengguyur dengan intensitas sedang hingga deras, juga tak jarang disertai angin kencang.

Dampak angin kencang yang terjadi sejak kemarin, tebing di kawasan Penatapan yang berada di Jalan Jamin Ginting, Berastagi, mengalami longsor.

Dari longsor yang turut merubuhkan pohon dan bambu itu, turut membawa dampak tertimpanya kendaraan yang sedang parkir di bawah tebing tersebut.

Menurut informasi dari seorang saksi mata Nico Siregar, longsor ini terjadi pada Minggu (18/10/2020) dini hari sekira pukul 00.30 WIB.

Dirinya mengatakan, sebelum terjadinya longsor yang membawa material pepohonan ini memang sempat terjadi angin kencang sejak sore.

“Sekira jam satu kurang lah tadi malam kejadiannya bang, tiba-tiba longsor terus jatuh pohonnya,” ujar Nico, saat ditemui di lokasi bekas longsoran.

Amatan www.tribun-medan.com, di bekas lokasi longsoran ini terlihat pohon yang terbawa masih berada di bawah tebing yang berada di pinggir jalan nasional ini.

Di tempat serupa, juga terlihat satu unit mobil yang rusak cukup berat akibat tertimpa pohon.

Ketika ditanya perihal kendaraan yang tertimpa, Nico menjelaskan jika malam tadi memang cukup banyak kendaraan milik wisatawan yang parkir di lokasi tebing yang longsor itu.

Namun, dari beberapa unit mobil yang terparkir hanya satu unit yang nengalami kerusakan cukup parah.

“Ada sekitar tujuh mobil tadi malam yang parkir di bawahnya. Cuma yang lainnya enggak parah karena tertimpa bambu saja,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Gondrong ini menjelaskan, akibat longsor malam tadi satu lajur yang dari arah Kabupaten Karo menuju ke Kota Medan sempat tertutup material longsor berupa tanah dan ranting pohon.

Dikatakannya, malam tadi baik pekerja maupun wisatawan yang ada di lokasi tersebut langsung saling membantu untuk membersihkan material.

“Sempat tertutup sebentar memang, cuma kami langsung bersihkan ini supaya enggak macet. Mobil yang lain juga sudah langsung dipindahkan sama yang punya, dan enggak tau dibawa ke mana lagi,” katanya.

Di tempat yang sama, saksi mata lainnya Limran Gajah mengungkapkan hal serupa.

Dirinya menjelaskan, sebelum terjadinya longsor memang angin yang berhembus di kawasan ini cukup deras.

“Memang kencang kali anginnya tadi malam,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah sebelum kejadian ini sempat disertai hujan, dirinya mengatakan pada malam tadi di kawasan ini tidak terjadi hujan.

Namun, sebelumnya memang sebagian besar wilayah Kabupaten Karo sempat diguyur hujan dengan intensitas sedang sejak siang hingga sore.

“Kalau tadi malam enggak hujan, paling sore itulah gerimis aja itupun bang,” ungkapnya.

Hingga saat ini, bekas longsoran dan kendaraan yang tertimpa terlihat masih berada di lokasi tersebut.

Informasi yang diterima, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karo telah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan Provinsi Sumatera Utara untuk membersihkan material longsoran.