KompasTalk.com-Sebanyak 35 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I A Tanjunggusta Medan yang divonis dengan hukuman mati belum menjalani masa hukuman tersebut hingga saat ini.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Tanjunggusta Medan, Lamarta.

Ke-35 narapidana ini didominasi oleh kasus penguasaan narkotika. Baik narkotika golongan I Sabu, maupun narkotika golongan tumbuhan (ganja).

Saat ditanyakan persentase kenaikan, ia mengatakan masih biasa-biasa saja. Sebab, selalu ada pertukaran narapidana maupun tahanan.

“Ini baru masuk tujuh otang hukuman mati dari Rutan Tanjunggusta Medan, ketujuhnya kasus narkotika,” katanya.

Selain itu, terdapat juga 152 orang narapidana dengan vonis seumur hidup.

“Untuk seumur hidup, di lapas Tanjunggusta ini ada 152 orang,” ujar Lamarta.

Sebelumnya, Kepala Lapas Frans Elias Nico, saat diwawancarai mengatakan, terjadi lonjakan penampungan tahanan dari beberapa lapas dan rutan di Sumatera Utara (Sumut).

Beberapa Lapas dan Rutan itu adalah Lapas Pancur batu, dan Rutan Klas I Medan.

“Kami menerima sejumlah tahanan dari Lapas Pancurbatu, karena lapasnya mau direnovasi,” kata Niko.

Saat dikonfirmasi ke Haposan Silalahi, Kalapas Pancurbatu membenarkan adanya renovasi yang dilakukan lapas Pancurbatu.

Namun untuk pembangunan, dinyatakannya belum ada.

Diketahui, sejak pandemi Covid-19, Lapas Tanjunggusta tidak menerima kunjungan baik itu keluarga. Namun Lapas Tanjunggusta menggunakan sistem layanan satu pintu.