KompasTalk.com-Seorang dokter ditangkap polisi karena terlibat pesta seks dan narkoba bersama rekan-rekannya.

Entah apa yang ada dibenak oknum dokter tersebut sehingga nekat menyelenggarakan pesta yang diikuti puluhan orang itu.

Total terdapat 35 orang yang ikut serta dalam pesta tersebut.

Kejadian tersebut terjadi di di sebuah rumah susun di Jalan Conlay, Kuala Lumpur, Malaysia, sekira pukul 11 malam waktu setempat.

Dikutip dari Oriental Daily, Asisten Direktur Polsek Kuda Emas Mohd Zainah menyatakan bahwa polisi telah menangkap orang-orang tersebut.

Dia mengatakan yang ditangkap berusia antara 21 hingga 35 tahun, termasuk 19 pria Malaysia, 8 wanita Malaysia, 5 wanita Vietnam, 1 wanita Thailand dan 2 pria Cina.

“Polisi menyita 20 botol minuman jus yang diyakini mengandung narkoba, 2 kotak kondom, 1 set kartu remi dan 1 dadu di tempat kejadian, dan peralatan pesta lainnya,” ujarnya.

Mohd Zainah mengatakan, tersangka menyewa apartemen selama 3 hari 2 malam untuk pesta seks serta narkoba.

Di sisi lain, Wakil Direktur Investigasi Kriminal Kuala Lumpur Nasri Mansu mengatakan tersangka menyewa unit apartemen untuk pesta seks dan narkoba dengan harga RM 1.000 per malam atau sekitar Rp 3,4 Juta.

“Polisi percaya bahwa tersangka perempuan yang hadir terlibat dalam prostitusi dan menyediakan layanan perdagangan seks.”

Sementara itu dikutip dari Harian Metro, pesta tersebut rupanya untuk merayakan ulang tahun salah satu dari mereka.

Awalnya kata Wakil Ketua JSJ Kuala Lumpur, Asisten Komisaris Nasri Mansor, pihaknya mendapat informasi publik tentang penyelenggaraan pesta liar tersebut.

“Saat penggerebekan dilakukan serentak di empat kamar, semua orang yang ada dalam pesta tersebut sedang menikmati musik yang terdengar sangat keras.”

“Bahkan selain dari itu mereka juga diduga mengonsumsi obat-obatan yang dicampur dengan minuman, beberapa di antaranya berjudi dan melakukan seks bebas,” katanya dalam keterangannya.

Saat ini pria berusia 21 hingga 35 tahun itu ditahan untuk membantu penyelidikan berdasarkan Bagian 372B KUHP karena terlibat dalam prostitusi, Bagian 39B dari Undang-Undang Narkoba Berbahaya, Bagian 4 (1) Undang-Undang Hiburan dan UU Keimigrasian,” katanya.

Selain itu, kata dia, orang-orang yang terlibat juga diperparah sesuai Peraturan 17 (1) Peraturan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (No. 2) 2021, karena melanggar Perintah Pengendalian Gerakan (PKP).