KompasTalk.com-Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, turut menyampaikan duka cita, atas Kepergian Jurnalis Senior, Haji Yayat Wiryadi. Bung Wir biasa almarhum disapa, tutup usia, karena sakit stroke, Senin (05/04), menjelang subuh, di kediamannya di Jalan Melati, Perumahan Nataendah 2, Bandung, Jawa Barat.

Bung Wir merupakan jurnalis senior, yang sudah lama berkecimpung di dunia jurnalistik, sejak tahun 1986. Bahkan, di usianya menginjak 63 tahun, almarhum masih tetap berkarya dengan merintis dan mengembangkan media online.

Karirnya sebagai jurnalis di Bandung, lama bertugas di wilayah liputan hukum dan kriminalitas, mencakup liputan kepolisian. Dari menjadi jurnalis radio, media cetak Harian Gala, dan terakhir di Harian Umum Galamedia Group Pikiran Rakyat, dengan wilayah tugas liputan di Pemerintahan Kabupaten Bandung, hingga pensiun dini, tahun 2008.

Kapolri turut berduka cita disampaikan lewat staf tim komunikasi Kapolri, Eddy Iriawan melalui Program Director KomPaS. PrO, Cecep HD yang datang bertakziah ke rumah duka dan ikut mengantarkan almarhum ke lokasi pemakaman di Tempat Pemakam Umum (TPU) Porib, Bandung. Kapolri pun mengirim karangan bunga turut berduka cita ke rumah duka.

“Malamnya sebelum mendapat kabar meninggal, saya sempat datang menjenguk almarhum. Selain senior karena pernah satu kantor, almarhum adalah guru saya di lapangan,” ujar Cecep, yang pernah sama-sama menjadi jurnalis di Harian Umum Galamedia.

Menurut Cecep, yang pernah menjadi Wakil Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat, saat dijenguk menjelang tutup usia, Bung Wir masih mengingatnya, setelah cukup lama tidak pernah bertemu. Ia pun masih bisa berkomunikasi meski terbata-bata.

Menurut istrinya, Molly, almarhum sudah tujuh bulan terkena stroke. Bahkan, sempat beberapa kali masuk rumah sakit, dan berhari-hari dirawat. Molly tidak menyangka akan ditinggal pergi oleh almarhum, karena sebelumnya, karena kondisinya sedang membaik.

Molly mengucapkan terimakasih kepada Jenderal Sigit, yang telah menaruh perhatian kepada almarhum. Bentuk perhatian dan menitipkan ‘kadeudeuh” nya melalui staf tim komunikasi, sebagai wujud program Jenderal Sigit peduli dan sinergi dengan Insan Jurnalis.