KompasTalk.comMenteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati melaksanakan upacara wisuda lulusan Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) 2019/2020 secara virtual. Dia berpesan lulusan STAN harus berperan aktif dalam membangun negara.

Sri Mulyani menilai, lulusan STAN harus menggunakan ilmu yang diberikan untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang adil, sejahtera, bermartabat, serta memiliki peradaban tinggi.

Dia mengutip Nelson Mandela yang mengatakan, “education is the most powerful weapon which can use to change the world.”

“Kalau kalian menyanyikan Indonesia Raya, berikirar untuk membangun Indonesia, itu bukan sekadar tekad, kalian diberikan sarana dalam bentuk pendidikan terbaik di Republik Indonesia bahkan dalam kalian menuntut ilmu dibayar oleh uang negara,” katanya, Rabu (14/10/2020).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, lulusan STAN dibayar negara saat menuntut ilmu. Oleh karena itu, mereka memiliki tanggung jawab besar.

Video Ma’ruf Amin, JK dan Sri Mulyani Praktikkan Salam Cegah Virus Korona

Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani bertemu dengan Wapres Ma’ruf Amin. Pertemuan ini digelar di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020).

“Jangan kalian menuntut orang lain, saat sekarang kalian akan dituntut untuk menjadi agen perubahan,” ucapnya.

Sri Mulyani menilai, tak banyak orang yang berkesempatan masuk perguruan tinggi, termasuk STAN. Saat ini, hanya 9 persen masyarakat Indonesia yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Sebagai masyarakat yang memiliki keberuntungan dan kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi muncul tanggung jawab yang sangat besar. Artinya kalian akan dituntut untuk terus membangun dan memperbaiki negara dan bangsa kita,” ucapnya.