KompasTalk.com-Pedangdut senior Iis Dahlia kembali membuat heboh di panggung Voice of Ramadan 2021 di GTV.

Setelah sebelumnya dibully habis-habisan oleh netizen karena salah lirik saat menyanyikan lagu Ramadhan ciptaan Opick, kini Iis Dahlia berseteru dengan Pasha Ungu yang menjadi juri Voice of Ramadan 2021 pada episode 14, Kamis 29 April 2021.

Hal ini bermula saat host Voice of Ramadan 2021 Andhika Pratama meminta para juri untuk memutuskan siapa peserta yang berhak maju ke babak 16 besar.

Ada dua peserta di panggung tersebut. Yakni Adah dari Tangerang dan Dicka dari Cianjur.

Terjadi silang pendapat antara Iis Dahlia dan Pasha Ungu. Iis menginginkan hanya Adah yang masuk ke tahap selanjutnya, sementara Pasha Ungu menginginkan dua-duanya masuk.

Menurut Iis, hanya Adah yang layak masuk ke final. Tapi Pasha Ungu, berharap dua-duanya masuk karena mengantisipasi kekurangan peserta saat di final nanti.

“Kalau menurut aku Dhika, dari penampilan mereka berdua aku sih memilih satu. Karena ada standar lah yang kita punya. Tapi diskusi yang tadi….” ucap Iis.

“Tadi kan alotnya memutuskan mau satu atau dua yaa yang lolos,” timpak Andhika Pratama.

“Iya, tapi si Aa (Pasha) tetep keukeuh (maksa ingin dua). Tapi antara Sulis dan Ustadz juga masih bingung,” ucap Iis.

Pernyataan Iis pun ditimpa Pasha. Menurut Pasha, bahwa meloloskan dua peserta adalah untuk menyelamatkan episode besok yang tinggal satu hari lagi mencari peserta ke babak selanjutnya.

Pasha beranggapan, jika malam itu meloloskan dua orang, otomatis tinggal mencari satu orang lagi untuk babak 16 besar.

“Kan sekarang kita dihadapkan dengan sisa episode yang kemudian tinggal tiga kuota yang kita siapkan untuk 16 besar. Nah kalau hari ini kita cuma ambil satu, Mama Iis jamin besok kita mau ambil dua?” ucap Pasha.

Rupanya, perdebatan antara Iis Dahlia semakin panas. Iis sampai harus turun panggung dan hendak meninggalkan ruangan.

Sulis yang melihat tingkah Iis Dahlia pun menangis berusaha membujuk Iis agar mau kembali naik panggung.

“Sulis ga apa-apa. Aku memang tidak dihargai,” ucap Iis sembari keluar ruangan